Kami membuat aplikasi kasir yang dipakai orang sungguhan di jam ramai: tetap jalan waktu internet mati, struk tetap tercetak, dan laporannya bisa dipercaya.
Kasir, shift & laci, struk, member, dan laporan dibangun satu kali dan dipakai keduanya. Yang berbeda hanya bagian yang memang berbeda di lapangan.
Untuk usaha makanan & minuman: pesanan diracik, ada dapur, ada meja, dan stoknya dihitung dari resep.
Untuk toko yang menjual barang jadi: dipindai, stoknya berkurang sendiri, dan harga grosir ikut terhitung.
Punya warung kelontong yang juga menyeduh kopi? Satu nota boleh berisi keduanya — pilih POS F&B.
Fitur boleh berbeda, tapi hal-hal yang bikin kasir bisa dipercaya tidak kami bedakan.
Semua fitur produk itu sudah termasuk — tanpa paket bertingkat yang membingungkan.
Kalau yang dijual diracik dan ada dapur — kafe, kedai, restoran — pilih POS F&B. Kalau menjual barang jadi yang dibeli lalu dijual lagi — kelontong, sembako, ritel — pilih POS Toko. Warung yang melakukan keduanya sebaiknya memilih POS F&B, karena sudah mencakup fitur toko.
Bisa, tanpa pindah aplikasi dan tanpa kehilangan data. Barang, stok, pelanggan, dan riwayat transaksi tetap utuh — yang berubah hanya fitur yang tampil dan harganya.
Tidak. Transaksi tunai tetap tersimpan di tablet dan struk tetap tercetak. Begitu internet kembali, datanya naik sendiri dan tidak akan tercatat dua kali. Ini berlaku di kedua produk.
Tidak ada. Satu harga bulanan per toko, semua fitur produknya sudah termasuk. Tidak ada biaya pasang, biaya tambah kasir, maupun potongan dari omzet.
Data penjualan dan pelanggan adalah milik tokomu. Tiap toko punya alamat dan basis datanya sendiri, dan bisa diekspor kapan saja ke Excel/CSV.
Gratis 30 hari, semua fitur. Tanpa kartu kredit.
Pilih Produk